Thunder Hancurkan Bucks 122-102, SGA Dominan. Oklahoma City Thunder menunjukkan kekuatan penuh mereka malam ini, 22 Januari 2026, dengan menghancurkan Milwaukee Bucks 122-102 di Fiserv Forum. Shai Gilgeous-Alexander kembali jadi bintang utama dengan 42 poin, 8 assist, dan 6 rebound, memimpin Thunder meraih kemenangan meyakinkan yang perkuat posisi mereka di puncak Barat. Bucks, yang lagi dalam tren positif, tak mampu tangkis serangan cepat dan defense ketat Thunder. Laga ini jadi bukti bahwa OKC bukan cuma tim muda berbakat—mereka sudah siap jadi contender serius musim ini. BERITA OLAHRAGA
Dominasi Thunder Sejak Awal Melawan Bucks: Thunder Hancurkan Bucks 122-102, SGA Dominan
Thunder langsung unggul 32-18 di kuarter pertama. SGA cetak 15 poin di periode itu saja, termasuk tiga three-pointer berturut-turut yang bikin Bucks kewalahan. Defense OKC paksa Bucks commit 9 turnover di Q1 dan batasi Giannis Antetokounmpo hanya 6 poin di babak awal. Kuarter kedua makin lebar jarak—Thunder buka 18-4 run untuk lead 68-42 di half-time. SGA lanjutkan dominasi dengan mid-range pull-up dan drive ke rim, sementara Chet Holmgren dan Jalen Williams tambah ancaman di paint dan perimeter. Bucks sempat coba comeback di Q3 dengan Giannis cetak 14 poin berturut-turut, tapi Thunder jawab dengan 12-0 run yang tutup pintu harapan. Di Q4, OKC main santai dan beri menit lebih banyak ke bench seperti Cason Wallace dan Isaiah Joe, tapi skor tetap tak tergoyahkan. Thunder unggul 58-38 di paint dan 22-8 di fast-break points—bukti kecepatan dan transisi mereka jadi senjata mematikan.
Performa SGA dan Pemain Kunci Lain: Thunder Hancurkan Bucks 122-102, SGA Dominan
SGA cetak 42 poin dengan shooting 16 dari 25 (64%), termasuk 5 dari 8 three-pointer. Ia juga tambah 8 assist tanpa turnover, tunjukkan kontrol permainan luar biasa. Ini jadi laga ke-16 beruntun dengan 40+ poin—rentetan yang bikin ia gabung rekor Wilt Chamberlain sebagai satu-satunya pemain di era modern yang capai milestone itu. SGA juga jadi pemain pertama sejak Jordan 1990 yang catat rentetan sepanjang ini dengan efisiensi tinggi. Chet Holmgren kontribusi besar dengan 18 poin, 12 rebound, dan 4 block—ia dominan di rim protection dan spacing dari luar. Jalen Williams tambah 22 poin dan 7 rebound, sementara bench OKC cetak 38 poin kolektif. Giannis Antetokounmpo pimpin Bucks dengan 28 poin dan 14 rebound, tapi ia kesulitan lawan switching defense Thunder. Damian Lillard cuma 16 poin dengan shooting buruk, dan Khris Middleton 14 poin—tak cukup untuk lawan mesin OKC malam ini.
Dampak bagi Kedua Tim
Kemenangan ini perkuat posisi Thunder di puncak Barat dengan rekor 33-11. Mereka tunjukkan kedalaman skuad dan defense elite (ranking 2 liga), plus SGA yang lagi di level MVP tak tertandingi. Coach Mark Daigneault bilang ini “malam di mana semuanya berjalan sesuai rencana”—tim ini semakin percaya diri menuju All-Star break. Fans di Paycom Center (meski laga tandang) makin yakin OKC bisa capai Final Barat atau lebih. Bucks (29-15) alami kekalahan telak pertama setelah tren bagus. Mereka tetap peringkat 2 Timur, tapi malam ini tunjukkan kerentanan kalau Giannis tak dapat dukungan cukup dari perimeter. Coach Doc Rivers akui “kami kalah di segala aspek malam ini” dan butuh evaluasi cepat sebelum trade deadline. Kekalahan ini juga jadi pengingat bahwa meski Giannis tetap monster, Bucks butuh konsistensi dari Lillard dan role player untuk lawan tim top seperti Thunder.
Kesimpulan
Thunder 122-102 atas Bucks bukan sekadar kemenangan—ini pernyataan kuat bahwa OKC lagi di level berbeda musim ini. SGA dengan 42 poin dominan jadi highlight, dan rentetan rekornya makin panjang. Thunder tunjukkan keseimbangan antara offense eksplosif dan defense ketat, sementara Bucks harus introspeksi agar tak tergelincir di Timur. Duel superstar malam ini berakhir dengan SGA unggul telak—tapi musim masih panjang. Fans basket Indonesia yang nonton dini hari pasti puas: ini basket kelas atas. Thunder lagi on fire—siap-siap lihat mereka terus naik daun sampai akhir musim!