Rumor Giannis ke Warriors Panas Jelang Deadline. Rumor transfer Giannis Antetokounmpo ke Golden State Warriors semakin memanas menjelang NBA trade deadline pada 5 Februari 2026. Dua kali MVP ini menjadi pusat perhatian setelah Milwaukee Bucks mulai mendengarkan tawaran untuk superstar mereka yang sudah 13 tahun membela tim. Warriors disebut sebagai salah satu pengejar paling agresif, didorong kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan musim terakhir Stephen Curry yang berusia 37 tahun, terutama setelah cedera ACL Jimmy Butler yang mengakhiri musimnya. Dengan Bucks meminta harga tinggi—disebut “asking for the moon”—dan Warriors siap menawarkan paket besar termasuk draft picks serta pemain muda, spekulasi ini mendominasi diskusi NBA akhir Januari 2026. Meski belum ada kesepakatan, panasnya rumor ini membuat deadline kali ini terasa lebih dramatis dari biasanya. REVIEW WISATA
Latar Belakang Rumor dan Situasi Bucks: Rumor Giannis ke Warriors Panas Jelang Deadline
Giannis Antetokounmpo, yang saat ini absen karena cedera betis, dikabarkan siap mencari rumah baru setelah Bucks mengalami musim yang mengecewakan. Bucks GM Jon Horst mulai membuka pintu diskusi, meski belum ada trade request resmi dari Giannis. Situasi ini muncul setelah Bucks gagal membangun tim kompetitif di sekitar duo Giannis-Damian Lillard, dengan performa tim yang tak sesuai ekspektasi. Banyak yang melihat ini sebagai momen “now or never” bagi Bucks untuk memutuskan: rebuild dengan aset masa depan atau pertahankan Giannis dan berharap rebound di musim depan. Namun, dengan deadline tinggal beberapa hari, Bucks berada di posisi kuat karena minat dari beberapa tim besar, termasuk Miami Heat, New York Knicks, Minnesota Timberwolves, dan terutama Warriors. Harga yang diminta Bucks tinggi—mencakup multiple first-round picks, pemain muda berkualitas, dan salary match—membuat negosiasi rumit, tapi juga menunjukkan betapa berharganya Giannis di pasar.
Agresivitas Warriors dan Paket Potensial: Rumor Giannis ke Warriors Panas Jelang Deadline
Golden State Warriors menjadi tim yang paling sering disebut sebagai favorit utama untuk mendaratkan Giannis sebelum deadline. Dengan Stephen Curry yang masih elite tapi usianya tak lagi muda, Warriors melihat Giannis sebagai lifeline untuk kembali jadi contender serius. Laporan menyebut Warriors “most aggressive” di antara suitor, siap menawarkan “a whole lot” termasuk hingga empat first-round picks (2026, 2028, 2032 unprotected, plus 2030 dengan proteksi), pick swap, serta pemain seperti Jonathan Kuminga, Brandin Podziemski, dan mungkin Moses Moody. Stephen Curry disebut sebagai satu-satunya pemain untouchable, sementara Draymond Green menyatakan tak khawatir meski rumor beredar luas. Paket ini menarik karena Warriors punya aset masa depan yang langka dibanding tim lain yang butuh pihak ketiga untuk salary match. Brian Windhorst dari ESPN menekankan Warriors punya keunggulan karena tak perlu melibatkan banyak tim, membuat mereka paling siap menutup deal cepat. Namun, Bucks meminta nilai tinggi, dan Warriors harus memutuskan apakah rela membakar masa depan demi satu-dua musim lagi bersama Curry.
Reaksi dan Implikasi Lebih Luas
Draymond Green merespons rumor dengan santai, menyatakan tak ada alasan untuk khawatir dan ia tidur nyenyak meski spekulasi berputar. Di locker room Warriors, fokus tetap pada membangun sekitar Curry dan Butler (yang diharapkan kembali musim depan setelah rehab ACL), tapi rumor Giannis jelas mengguncang dinamika. Bagi liga secara keseluruhan, potensi trade ini bisa mengubah landscape NBA: Giannis di Bay Area bersama Curry akan menciptakan duo superstar yang menakutkan, sementara Bucks bisa rebuild dengan aset berlimpah. Tim lain seperti Heat dan Knicks juga serius, tapi Warriors punya momentum karena urgensi musim Curry. Jika deal tak terjadi sebelum deadline, rumor kemungkinan besar akan berlanjut ke offseason, tapi tekanan sekarang sangat tinggi bagi kedua belah pihak.
Kesimpulan
Rumor Giannis Antetokounmpo ke Golden State Warriors memang sedang panas-panasnya jelang trade deadline 5 Februari 2026, dengan Warriors sebagai pengejar paling agresif dan siap memberikan paket masif demi menyelamatkan era akhir Stephen Curry. Bucks, yang meminta harga tinggi, berada di posisi menguntungkan tapi harus memutuskan cepat apakah menjual superstar mereka sekarang atau menunggu pasar lebih baik di musim panas. Meski belum ada kesepakatan, diskusi ini mendominasi NBA dan bisa menjadi blockbuster trade terbesar musim ini jika terealisasi. Bagi penggemar, minggu-minggu ke depan akan penuh ketegangan—apakah Greek Freak akhirnya bergabung dengan Splash Brother, atau rumor ini hanya hembusan angin deadline yang berlalu begitu saja? Yang pasti, NBA tak pernah kekurangan drama di momen seperti ini.