Bickerstaff Menuduh Wasit Tidak Kompeten. Pelatih Detroit Pistons, J.B. Bickerstaff, menyatakan kekecewaannya secara terbuka terhadap kinerja wasit dalam laga tandang melawan Dallas Mavericks pada 18 Desember 2025. Pistons kalah tipis 114-116 di overtime, tapi Bickerstaff menilai ada wasit yang tidak objektif sejak awal pertandingan. Ia sebut komentar wasit tentang interaksi “night by night” menunjukkan prasangka, yang memengaruhi beberapa keputusan krusial seperti ejection pemain dan technical foul. BERITA BASKET
Komentar Kontroversial Wasit: Bickerstaff Menuduh Wasit Tidak Kompeten
Bickerstaff ceritakan bahwa salah satu wasit bilang kepadanya, “Night by night, this is how our interactions are.” Baginya, kata-kata itu bukti wasit datang dengan pandangan subjektif, bukan netral seperti seharusnya. Ia tekankan ini bukan alasan utama kekalahan, karena Pistons shooting buruk dan lawan main bagus, tapi objektivitas wasit harus dijaga. Komentar ini jadi sorotan utama di konferensi pers, di mana Bickerstaff ingin liga periksa lebih lanjut tanpa buat pertandingan jadi tentang wasit.
Insiden Krusial di Lapangan: Bickerstaff Menuduh Wasit Tidak Kompeten
Beberapa momen jadi pemicu kritik Bickerstaff. Ausar Thompson dieject di kuarter kedua karena kontak minimal dengan wasit, tapi Bickerstaff klaim wasit yang maju lebih dulu dan inisiasi kontak. Ia juga dapat technical foul saat halftime hanya karena tarik Cade Cunningham menjauh dari wasit. Di akhir overtime, Bickerstaff panggil timeout setelah offensive rebound Jalen Duren, tapi wasit yang sama tak beri, meski berdiri di dekatnya. Free throw disparity juga mencolok, dengan Mavericks dapat lebih banyak attempt. Ini semua bikin Bickerstaff rasakan ketidakadilan, meski tim comeback dari defisit besar.
Respons Tim dan Dampak Kekalahan
Pemain seperti Isaiah Stewart puji Bickerstaff karena selalu bela tim di sideline, bikin mereka merasa ada extra man di lapangan. Kekalahan ini akhiri winning streak empat laga Pistons, tapi mereka tetap pimpin Wilayah Timur. Bickerstaff ulangi bahwa laga ini tentang dua tim kompetitif yang bertarung keras, bukan wasit. Namun, kritiknya jadi pesan kuat agar tim muda seperti Pistons dapat respect sama dari officiating, terutama saat lagi bangun momentum positif.
Kesimpulan
J.B. Bickerstaff tuduh wasit tidak kompeten dan kurang objektif jadi highlight pasca kekalahan Pistons dari Mavericks. Meski tak sebut nama langsung, fokus pada komentar dan keputusan krusial tunjukkan frustrasi mendalam. Ini bukan pertama kali pelatih kritik officiating, tapi kasus ini bisa picu review liga. Pistons tetap solid di klasemen, dan sikap Bickerstaff bela pemain justru perkuat unity tim. Kita tunggu apakah ada respons resmi, tapi yang pasti, ini tambah warna di musim kompetitif ini.