JJ Redick Sangat Bangga Dengan Chemistry Lakers. Awal musim NBA 2025-26 menjadi saksi kebangkitan Los Angeles Lakers di bawah tangan dingin JJ Redick, yang tak henti-hentinya memuji chemistry skuadnya. Setelah kemenangan dramatis 118-116 atas San Antonio Spurs pada Rabu malam, Redick secara terbuka menyatakan kebanggaannya atas ikatan tim yang semakin kuat, meski menghadapi badai cedera dan rotasi mendadak. Pada debutnya sebagai pelatih kepala, Redick yang berusia 41 tahun ini berhasil menyulap grup pemain berbakat—termasuk Luka Doncic, Deandre Ayton, dan Marcus Smart—menjadi mesin kolektif yang tangguh. Rekor 7-2 yang diraih Lakers bukan sekadar angka; itu cerminan budaya baru yang dibangun Redick lewat pendekatan unik. Bagi penggemar, pujian Redick ini seperti angin segar, membuktikan bahwa tim ini bukan lagi kumpulan bintang, tapi keluarga yang saling dukung di lapangan. Di tengah jadwal padat November, kebanggaan Redick jadi bahan bakar untuk langkah lebih jauh. BERITA TERKINI
Pendekatan Unik Redick dalam Membangun Chemistry: JJ Redick Sangat Bangga Dengan Chemistry Lakers
Redick tak tanggung-tanggung dalam inovasi; ia perkenalkan sesi PechaKucha sebagai alat team building yang tak biasa. Setiap pemain diminta presentasi 20 slide dalam 20 detik, berbagi cerita pribadi, hobi, hingga momen hidup yang membentuk mereka. Luka Doncic, yang awalnya kurang antusias dengan format ini, akhirnya akui manfaatnya: “Awalnya aneh, tapi sekarang kami lebih paham satu sama lain.” Sesi ini diadakan selama training camp dan road trip, bikin bus tim jadi tempat curhat yang hidup. Redick bilang, “Chemistry bukan datang sendiri; kami ciptakan lewat interaksi kecil.” Hasilnya terlihat di lapangan—assist tim rata-rata 28 per game, naik drastis dari musim lalu. Bahkan saat LeBron James absen rehab, pemain seperti Austin Reaves dan Anthony Davis langsung ambil alih tanpa drama. Pendekatan ini mirip gaya Redick sebagai podcaster dulu: terbuka, analitis, dan manusiawi. Di laga Spurs, momen krusial saat Smart turnover di akhir justru direspons dengan dukungan tim, bukan saling tuduh—bukti chemistry yang sudah tertanam dalam.
Performa Kolektif di Tengah Tantangan Cedera: JJ Redick Sangat Bangga Dengan Chemistry Lakers
Meski badai cedera menghantam—LeBron dan beberapa pemain kunci sering absen—Lakers tetap gaspol dengan kontribusi merata. Di win atas Spurs, Ayton dominasi paint dengan 22 poin dan 14 rebound, sementara Smart sumbang 17 poin meski kesalahan akhir. Doncic, sebagai motor serangan, drop 35 poin dengan 12 assist, tapi yang bikin Redick bangga adalah bagaimana tim bertahan saat defisit 10 poin di kuarter ketiga. “Mereka saling angkat, nggak ada ego,” ujar Redick pasca-laga. Statistik tim tunjukkan plus-minus positif untuk hampir semua starter, dengan defensive rating terbaik kelima di liga. Chemistry ini lahir dari latihan intens yang tekankan akuntabilitas—Redick sering pause scrimmage untuk diskusi langsung. Hasilnya? Lakers kalahkan tim kuat seperti Miami dan Portland tanpa roster full, buktikan kedalaman sejati. Reaves, yang sering jadi glue guy, bilang: “Kami main untuk satu sama lain, bukan individu.” Kebanggaan Redick ini bukan omong kosong; itu fondasi untuk hadapi road trip panjang mendatang.
Implikasi Jangka Panjang untuk Ambisi Lakers
Pujian Redick atas chemistry ini punya dampak besar untuk sisa musim. Dengan skuad campur veteran dan talenta muda, ikatan kuat jadi senjata utama di Barat yang brutal. Analis prediksi Lakers bisa capai 55 kemenangan jika pertahankan momentum, terutama saat LeBron kembali integrasi mulus. Redick sudah rencanakan sesi PechaKucha lanjutan untuk jaga api, sambil tambah drill komunikasi di end-game situations. Di klasemen, posisi tiga Barat jadi modal untuk hindari play-in drama. Bagi Doncic dan Ayton, yang baru gabung via trade besar, chemistry ini bikin mereka betah—Ayton sebut Redick “pelatih yang paham pemain”. Tantangannya? Jaga konsistensi saat jadwal padat Desember, tapi dengan budaya ini, Lakers siap. Redick bilang: “Kami bangun sesuatu yang spesial; chemistry ini akan bawa kami jauh.” Penggemar di arena rumah sudah rasakan vibe positif, dengan chant lebih keras untuk tim, bukan individu.
Kesimpulan
Kebanggaan JJ Redick atas chemistry Lakers adalah cerita sukses awal musim yang inspiratif, dari pendekatan inovatif hingga performa tangguh di lapangan. Di tengah cedera dan tekanan, skuad ini tunjukkan bahwa ikatan sejati lebih kuat dari bakat semata. Redick berhasil ubah Lakers jadi tim yang menyenangkan ditonton, siap tempur untuk gelar. Bagi penggemar, ini harapan baru: musim ini bukan mimpi, tapi realitas. Dengan chemistry seperti ini, Lakers punya peluang ciptakan sejarah lagi—satu pass pada satu waktu, menuju puncak yang layak.