latihan-vertikal-untuk-latihan-melompat-tinggi-dalam-basket

Latihan Vertikal Untuk Latihan Melompat Tinggi Dalam Basket. Melompat tinggi menjadi kunci sukses dalam bola basket, terutama untuk dunk, rebound, dan blok. Latihan vertikal jump fokus pada peningkatan eksplosivitas otot kaki, inti tubuh, dan koordinasi keseluruhan. Bagi pemula hingga atlet berpengalaman, program ini bisa menambah tinggi lompatan hingga beberapa inci dalam waktu relatif singkat. Dengan latihan rutin dan teknik benar, hasil terasa signifikan tanpa perlu alat mahal. Artikel ini bahas latihan efektif yang aman dan terbukti meningkatkan vertical jump untuk performa basket lebih baik. BERITA BOLA

Latihan Plyometrics Dasar: Latihan Vertikal Untuk Latihan Melompat Tinggi Dalam Basket

Plyometrics jadi fondasi utama latihan vertikal karena melatih otot meregang dan berkontraksi cepat. Mulai dengan squat jumps: berdiri tegak, turun ke posisi squat, lalu lompat setinggi mungkin sambil extend pinggul dan lutut sepenuhnya. Lakukan 3 set 10-15 repetisi. Lalu box jumps: lompat ke kotak stabil setinggi lutut atau pinggang, landing lembut dengan lutut ditekuk, lalu turun perlahan. Ini bangun power dan koordinasi. Tambah depth jumps: jatuh dari kotak rendah, lalu langsung lompat tinggi saat menyentuh tanah. Latihan ini tingkatkan reaktivitas otot. Lakukan 2-3 kali seminggu dengan istirahat cukup, hindari setiap hari untuk pemulihan.

Latihan Kekuatan dan Eksplosivitas: Latihan Vertikal Untuk Latihan Melompat Tinggi Dalam Basket

Kekuatan dasar harus kuat sebelum plyometrics intensif. Fokus squats dan deadlifts dengan beban tubuh atau tambahan untuk membangun otot quadriceps, hamstring, dan glute. Deadlift variasi seperti Romanian deadlift perkuat posterior chain yang krusial untuk lompatan. Calf raises, baik standing maupun seated, tingkatkan kekuatan betis untuk dorongan akhir. Lalu power cleans atau snatch jika punya akses beban, tapi pemula cukup medicine ball slams: angkat bola di atas kepala, lalu banting kuat ke tanah sambil lompat. Latihan ini latih transfer kekuatan ke gerakan eksplosif. Kombinasikan dengan lunges berjalan untuk stabilitas satu kaki, penting untuk takeoff dunk.

Tips Pemulihan dan Progresi

Pemulihan sama pentingnya dengan latihan. Istirahat 48 jam antar sesi plyometrics untuk hindari overtraining dan cedera. Konsumsi protein cukup, tidur 7-9 jam, dan lakukan foam rolling atau stretching untuk fleksibilitas. Pantau progres dengan tes vertical jump mingguan, seperti touch mark di dinding. Mulai lambat, tingkatkan intensitas bertahap: dari bodyweight ke beban, dari rendah ke tinggi. Warm-up selalu dengan dynamic stretch seperti high knees dan butt kicks. Jika ada masalah lutut atau punggung, konsultasi pelatih dulu. Konsistensi 3-4 bulan biasanya beri peningkatan nyata 5-10 cm.

Kesimpulan

Latihan vertikal untuk melompat tinggi di basket butuh kombinasi plyometrics, kekuatan, dan pemulihan yang tepat. Dengan squat jumps, box jumps, dan latihan pendukung lain, lompatan bisa semakin powerful untuk dominasi di lapangan. Mulai dari dasar, tetap konsisten, dan hindari cedera dengan teknik benar. Hasilnya tak hanya dunk lebih mudah, tapi rebound dan defense lebih baik. Terus berlatih, dan rasakan perbedaan di permainan basketmu!

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *