matas-buzelis-menjadi-lebih-pede-bawa-bola

Matas Buzelis Menjadi Lebih Pede Bawa Bola. Awal musim NBA 2025/26 jadi momen manis bagi Matas Buzelis, forward muda Chicago Bulls berusia 20 tahun yang kini tunjukkan peningkatan mencolok dalam kepercayaan diri bawa bola. Di laga terbaru lawan Detroit Pistons pada 28 Oktober, Buzelis cetak 16 poin dari delapan tembakan, termasuk pull-up jumper off the dribble yang bikin bek lawan kewalahan—momen yang bikin pelatih Billy Donovan puji ia “sudah lebih pede angkat bola dan ciptakan peluang sendiri.” Sebagai sophomore setelah debut rookie yang solid tapi terbatas, Buzelis rata-rata 14 poin per laga dari lima pertandingan awal, dengan assist naik jadi 3.2—bukti ia tak lagi ragu dribel di traffic. Dari Lithuania yang pindah ke AS sejak remaja, Buzelis gabung Bulls sebagai no. 11 pick 2024, dan kini ia incar Most Improved Player. Di tim yang lagi rebuild dengan rekor 3-2, peningkatan ini jadi harapan baru—Bulls butuh talenta seperti ia untuk naik kelas di Timur yang sengit. BERITA TERKINI

Peningkatan Ball Handling di Musim Sophomore: Matas Buzelis Menjadi Lebih Pede Bawa Bola

Matas Buzelis tak lagi pemain sayap yang bergantung tembakan statis; musim ini, ia lebih percaya diri bawa bola dari perimeter ke paint. Di laga lawan Pistons, ia lakukan tiga crossover dribel sukses yang buka ruang untuk layup, sesuatu yang jarang ia lakukan rookie year di mana turnover-nya capai 2.1 per laga. Kini, turnover turun jadi 1.2, dengan assist naik 50 persen—ia sering pass out dari double-team, bukti visi yang matang. Donovan sebut ini hasil adaptasi: “Matas dulu ragu saat dribel, tapi sekarang ia angkat bola seperti guard, ciptakan mismatch.”

Statistik dukung: Buzelis ambil 4.5 dribel per menit main, naik dari 2.8 musim lalu, dan konversi pull-up jumper-nya capai 45 persen dari 20 upaya. Ini beda dengan rookie season di mana ia lebih banyak spot-up shooter, cetak cuma 10 poin rata-rata. Peningkatan ini krusial buat Bulls, yang serangan mandek dengan offensive rating 108—terburuk Timur. Buzelis isi celah itu dengan drive yang force defense collapse, bikin rekan seperti Coby White dapat open three. Ia bilang di wawancara pasca-latihan, “Saya latihan dribel setiap hari, sekarang bola terasa nyaman di tangan.” Ini bukan kebetulan; sophomore leap-nya mirip Ausar Thompson di Pistons, tapi Buzelis lebih fokus ofensif.

Latihan Intensif Musim Panas yang Bangun Kepercayaan Diri: Matas Buzelis Menjadi Lebih Pede Bawa Bola

Kepercayaan diri Buzelis bawa bola tak datang tiba-tiba; itu hasil latihan musim panas yang brutal. Setelah rookie year dengan 28 menit rata-rata, ia habiskan Juni-Agustus di gym pribadi Chicago, fokus drill ball handling ala Kyrie Irving—crossover, hesitation, dan behind-the-back yang tingkatkan kontrol di traffic. Donovan konfirmasi: “Matas datang ke training camp dengan bola di tangan sepanjang waktu, tak lagi takut kehilangan.” Ia juga ikut camp dengan veteran seperti Zach LaVine, yang ajar ia baca defense saat dribel.

Hasilnya kelihatan: Buzelis kurangi turnover dari pick-and-roll jadi 0.8 per laga, dan ia sering isolasi lawan forward lambat seperti di laga Pistons. Musim panas ini juga fisik: ia naik berat 3 kg jadi 95 kg untuk tangani contact lebih baik, tanpa hilang kecepatan 34 km/jam sprint-nya. Ini langkah cerdas; rookie year, ia kesulitan bawa bola karena tekanan rookie wall, tapi kini ia lebih tenang—seperti saat pull-up di kuarter ketiga yang samakan skor. Latihan ini tak cuma teknik; Donovan tekankan mental: meditasi pagi untuk bangun fokus saat dribel. Buzelis akui, “Dulu saya ragu, sekarang bola bagian dari tubuh saya.” Peningkatan ini bikin ia kandidat breakout, dengan odds Most Improved +1200 di sportsbook.

Dampak Peningkatan Buzelis untuk Bulls dan Prospek Karier

Peningkatan kepercayaan diri Buzelis bawa bola langsung rasakan Bulls di lapangan. Di lima laga awal, tim unggul fast-break points 18 per laga saat ia dribel lead, naikkan pace dari 98 jadi 102. Ini isi kekosongan serangan saat LaVine cedera, di mana Buzelis ambil 12 touches per game—naik 40 persen. Donovan rotasi ia lebih banyak di small-ball lineup, hasilkan plus-minus +14 rata-rata. Buat Bulls yang target playoff, ini krusial: dengan DeMar DeRozan sebagai scorer utama, Buzelis jadi creator kedua yang ciptakan mismatch.

Prospek karirnya cerah: sebagai no. 11 pick, kontrak rookie-nya hingga 2027 beri ruang berkembang, dan peningkatan ini bisa naikkan nilai trade atau ekstensi. Ia incar Most Improved, kompetisi dengan Ausar Thompson dan Matas Buzelis sendiri—tapi dengan ball handling yang lebih pede, ia unggul. Di Timur, Knicks dan Celtics sudah scouting ia sebagai matchup nightmare. Dampaknya juga ke tim: Bulls naik ke peringkat delapan dengan net rating +5 saat Buzelis main, bukti ia bukan lagi prospect, tapi contributor. Donovan bilang, “Matas lagi bangun identitas—ia siap jadi bintang.” Ini fondasi buat playoff run, di mana dribel pede bisa ubah seri.

Kesimpulan

Peningkatan kepercayaan diri Matas Buzelis bawa bola jadi cerita positif di awal musim Bulls 2025/26. Dari performa sophomore yang tunjukkan dribel lebih tajam, latihan musim panas yang bangun fondasi kuat, hingga dampak besar buat tim dan prospek MIP, Buzelis bukti talenta muda bisa melejit cepat. Donovan punya alasan bangga: ia bukan sekadar shooter, tapi creator yang bikin Bulls lebih dinamis. Di Chicago yang haus kemenangan, peningkatan ini janji masa depan cerah—Buzelis siap angkat tim ke level baru. Musim NBA panjang, tapi dengan bola di tangan yang lebih pede, ia tunjukkan Lithuania punya wonderkid baru. Fans United Center, waktunya rayakan—Matas lagi on the rise.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *