Rumor Trade: Jaren Jackson Jr ke Jazz Resmi. Utah Jazz resmi mengumumkan kedatangan Jaren Jackson Jr dari Memphis Grizzlies melalui perdagangan besar pada 5 Februari 2026, tepat di hari terakhir deadline trade NBA 2025/26. Kesepakatan ini menjadi salah satu blockbuster terbesar musim ini, dengan Jazz mendapatkan forward-center All-Defensive berusia 26 tahun itu bersama pick ronde kedua 2028. Sebagai gantinya, Grizzlies menerima Walker Kessler, Collin Sexton, satu pick ronde pertama 2027 (top-8 protected), dan dua pick ronde kedua. Transaksi ini langsung mengubah dinamika Wilayah Barat, karena Jazz kini punya big man elite untuk dipasangkan dengan Lauri Markkanen, sementara Grizzlies memperoleh kedalaman di interior defense dan scoring guard. INFO SAHAM
Detail Trade dan Alasan Kedua Pihak: Rumor Trade: Jaren Jackson Jr ke Jazz Resmi
Jaren Jackson Jr yang kontraknya masih tersisa tiga musim lagi (dengan opsi pemain di tahun terakhir) telah menjadi salah satu defensive anchor terbaik liga sejak 2022. Musim ini ia rata-rata 19.2 poin, 6.1 rebound, dan 2.3 blok per laga sebelum trade. Grizzlies memutuskan melepasnya karena ingin membersihkan cap space jangka panjang dan mendapatkan aset masa depan, terutama setelah performa tim yang inkonsisten di paruh pertama musim (rekor 22-28).
Utah Jazz melihat Jackson Jr sebagai missing piece untuk memperkuat frontcourt mereka. Dengan Markkanen sebagai stretch four dan Jackson sebagai rim protector serta secondary scorer, duo ini berpotensi menjadi salah satu tandem big man paling serbaguna di liga. Pelatih Will Hardy disebut sangat menginginkan pemain yang bisa bertahan di level elite sambil tetap berkontribusi di offense. Jazz yang saat ini berada di peringkat 9 Wilayah Barat dengan rekor 24-26 berharap trade ini bisa mendorong mereka ke zona playoff langsung atau setidaknya play-in yang lebih aman.
Reaksi dari Kedua Klub dan Pemain: Rumor Trade: Jaren Jackson Jr ke Jazz Resmi
Manajemen Jazz menyatakan bahwa kedatangan Jackson Jr adalah langkah besar menuju kontensi jangka panjang. “Jaren adalah salah satu defender terbaik liga dan bisa bermain bersama Lauri tanpa mengorbankan spacing. Ini membuat kami jauh lebih fleksibel di kedua sisi lapangan,” kata pernyataan resmi tim.
Di kubu Grizzlies, GM Zach Kleiman menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi fleksibilitas masa depan. “Kami menghargai kontribusi Jaren selama bertahun-tahun. Trade ini memberi kami aset untuk terus membangun tim yang kompetitif.” Jackson Jr sendiri disebut senang dengan kesempatan baru di Utah, di mana ia bisa menjadi focal point di lini depan bersama Markkanen.
Dampak Langsung bagi Klasemen dan Prospek
Bagi Jazz, kedatangan Jackson Jr langsung meningkatkan pertahanan interior dan rim protection mereka. Dengan trio Markkanen–Jackson–Keyonte George (jika sehat), Jazz punya lineup yang sangat versatile untuk mengejar zona play-in atau playoff. Mereka kini hanya terpaut 2–3 kemenangan dari peringkat 8 dan berpotensi naik jika Jackson bisa langsung beradaptasi.
Grizzlies kehilangan salah satu defensive anchor utama mereka, tapi mendapatkan Kessler sebagai pengganti rim protector dan Sexton sebagai scoring guard. Trade ini juga memberi mereka pick ronde pertama yang bisa menjadi lottery pick jika Jazz finis di luar playoff. Grizzlies tetap di peringkat 7 Wilayah Barat dengan rekor 22-28 dan masih punya peluang play-in, tapi kehilangan Jackson membuat pertahanan mereka menjadi lebih rentan.
Kesimpulan
Trade Jaren Jackson Jr ke Utah Jazz pada 5 Februari 2026 menjadi salah satu deal terbesar dan paling mengejutkan di deadline trade NBA musim ini. Jazz mendapatkan big man All-Defensive yang bisa langsung meningkatkan level pertahanan dan fleksibilitas lineup mereka, sementara Grizzlies memperoleh aset masa depan serta kedalaman di interior dan backcourt. Transaksi ini mengubah dinamika Wilayah Barat dan membuat persaingan playoff semakin terbuka. Dengan musim reguler masih menyisakan sekitar 30 laga, kedua tim kini punya arah yang lebih jelas. Jazz berambisi naik ke zona playoff, Grizzlies fokus pada rebuild jangka menengah. NBA kembali menunjukkan mengapa ia tetap menjadi liga paling dinamis di dunia—dan efek dari trade ini akan terasa hingga postseason nanti. Semua mata kini tertuju pada adaptasi Jackson di Utah.